Home News & OotdDaviena Skincare Ramai Lagi : Overclaim, BPOM, dan Alasan “Pabrik Bandel” Diulang

Daviena Skincare Ramai Lagi : Overclaim, BPOM, dan Alasan “Pabrik Bandel” Diulang

by Beauty Pedia
0 comments 418 views

Kalau kamu merasa déjà vu saat dengar nama Daviena Skincare berseliweran lagi di timeline, kamu tidak sendirian. Aku juga ngerasain hal yang sama. Ada satu pola yang bikin orang makin capek: tiap ada masalah, ujungnya muter di kalimat yang mirip, “bukan kami, ini ulah pabriknya.” Padahal publik sudah pernah dengar versi itu sebelumnya.

Dan kali ini, kasusnya bukan sekadar klaim kebanyakan yang bikin orang geleng geleng. Ini sudah masuk ke ranah bahan berbahaya yang disebut BPOM dalam temuan resminya.

“Aku tuh bukan tipe yang gampang ikut keributan skincare viral. Tapi kalau sudah ada nama brand masuk daftar BPOM, refleksku langsung: stop dulu, baca dulu, baru bicara.”


Kenapa Daviena Skincare Jadi Sorotan Lagi di Januari 2026

Awal kegaduhan terbaru ini datang setelah BPOM merilis temuan kosmetik berbahaya periode Oktober sampai Desember 2025. Dalam daftar itu, salah satu yang disebut adalah Daviena Skincare Intensive Night Cream with AHA. BPOM mencantumkan bahan berbahaya yang ditemukan yaitu deksametason, dan disebut juga bahwa nomor izin edar dibatalkan.

Buat yang belum familiar, deksametason itu obat golongan kortikosteroid. Ini bukan “bahan aktif skincare” yang boleh masuk seenaknya, apalagi untuk produk yang dipakai harian tanpa pengawasan dokter.

Produk yang Disorot: Intensive Night Cream with AHA

Nama produknya jelas disebut dalam berbagai pemberitaan yang merujuk dokumen BPOM, termasuk nomor registrasi yang beredar di publik.

Yang bikin isu ini cepat membesar adalah karena kosmetik yang mengandung bahan kimia obat atau bahan dilarang bukan cuma urusan “cocok tidak cocok.” Ini sudah menyentuh ranah keamanan.

Risiko Deksametason di Kosmetik Itu Nyata, Bukan Menakut nakuti

BPOM juga menjelaskan risiko deksametason pada kosmetik, di antaranya bisa memicu dermatitis kontak, jerawat, rosacea, sampai supresi adrenal.

Aku mau kamu menangkap satu hal penting: produk yang terasa “cepat kinclong” itu sering jadi jebakan paling halus. Karena steroid memang bisa memberi efek instan pada beberapa kondisi kulit, tapi biaya jangka panjangnya bisa mahal.

“Dulu aku pernah tergoda krim yang katanya bikin mulus dalam 3 malam. Memang kelihatan ‘jadi’, tapi begitu stop, kulitku kayak ngamuk. Sejak itu aku trauma sama yang hasilnya terlalu cepat.”


Klarifikasi Daviena: Alasan “Oknum Produsen” dan Narasi Pabrik Bandel

Setelah isu ini meledak, Daviena Skincare menyampaikan klarifikasi melalui kanal mereka. Intinya, mereka menyebut penarikan terjadi karena kecurangan oknum produsen yang menambahkan bahan di luar kesepakatan, dan produk yang dimaksud diklaim sudah dihentikan sejak setahun lalu.

Dalam pemberitaan, produsen yang disebut adalah CV Surya Permata.

Kalimat “oknum produsen” ini yang bikin publik makin panas, karena terdengar seperti pengalihan tanggung jawab. Dan jujur ya, aku mengerti kenapa orang jadi sulit percaya.

Kenapa Alasan “Pabriknya yang Nakal” Terasa Mengulang

Dalam industri skincare lokal, kontrak produksi itu memang umum. Brand bisa memakai jasa pabrik pihak ketiga. Masalahnya, ketika terjadi pelanggaran, publik sering melihat pola yang sama:

  1. Produk viral dulu
  2. Masalah meledak
  3. Brand bilang ini ulah manufaktur
  4. Lalu muncul versi “produk lama”, “stok sudah tidak ada”, atau “sudah reformulasi”

Daviena juga menyebut produk itu sudah diganti dengan formulasi baru yang diklaim sudah punya izin BPOM terbaru.

Tapi kalau komunikasi krisisnya cuma “kami korban,” sementara konsumen merasa jadi pihak yang paling rugi, trust issue itu otomatis terjadi.

Pertanyaan yang Wajar dari Konsumen: Kok Bisa Lolos?

Ini pertanyaan paling manusiawi. Karena publik mengira proses perizinan itu seperti gerbang super ketat yang mustahil ditembus produk bermasalah.

Faktanya, pengawasan bisa terjadi di banyak titik: mulai dari pendaftaran, sampling di pasaran, investigasi rantai distribusi, sampai sanksi. Dalam rilis temuan 26 produk, BPOM juga menegaskan akan menelusuri rantai produksi dan distribusi, dan bila ada unsur pidana akan diproses lebih lanjut.

Tapi di mata netizen, yang tertangkap sering hanya “hasil akhir”: setelah viral, baru ramai, lalu produk ditarik.


Ini Bukan Isu Pertama: Jejak Overclaim yang Pernah Menempel

Nah ini bagian yang bikin topik Daviena terasa seperti serial. Sebelum kasus bahan berbahaya ini, Daviena sudah beberapa kali terseret obrolan soal overclaim.

Overclaim itu bahasa simpelnya: klaim kandungan atau manfaat yang terdengar wah, tapi ketika diuji, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan.

Salah satu yang ramai adalah pembahasan soal produk retinal Daviena yang disebut overclaim dalam konten uji lab oleh kreator yang dikenal sebagai Dokter Detektif.

Lalu di 2025, ada juga pemberitaan soal Daviena yang diduga menjual produk overclaim sampai digeruduk mahasiswa.

Overclaim Itu “Abu abu” Tapi Dampaknya Lebih Merusak dari yang Dikira

Banyak orang menganggap overclaim itu cuma drama marketing. Padahal efeknya panjang:

  • konsumen kehilangan uang dan harapan
  • ekspektasi kulit jadi tidak realistis
  • industri skincare lokal yang bagus ikut kena imbas, karena orang jadi generalisasi

Di ranah akademik pun, Daviena sempat disebut sebagai contoh kasus overclaim dalam beberapa tulisan ilmiah tentang perlindungan konsumen dan pemasaran overclaim.

Dan di titik inilah, publik makin sensitif: ketika brand yang pernah disorot soal klaim, tiba tiba terseret daftar BPOM soal bahan berbahaya, reaksi orang pasti dobel.

Dari Overclaim ke Temuan BPOM: Levelnya Beda

Aku perlu tegas di sini biar kamu tidak tercampur aduk.

Overclaim biasanya berkutat pada:

  • kadar bahan aktif tidak sesuai klaim
  • manfaat yang dilebih lebihkan

Sedangkan temuan BPOM pada Daviena Intensive Night Cream with AHA itu bicara soal:

  • bahan yang berbahaya atau dilarang (deksametason)
  • sanksi sampai pembatalan izin edar

Ini bukan cuma “marketing kebablasan.” Ini sudah “alarm keamanan.”


BPOM dan Kritik Ketidaktegasan: Kenapa Rasanya Berulang Terus?

Aku paham kalau ada yang bilang, “BPOM kok kayak telat.” Tapi aku juga tidak mau jatuh ke narasi simplistik seolah semua salah BPOM. Realitanya lebih ruwet.

Yang jelas, publik melihat pola yang sama di industri skincare Indonesia:
produk bermasalah bisa muncul lagi, entah dengan nama baru, formula baru, atau pabrik baru. Dan ketika satu brand berkali kali disorot, orang mulai bertanya, “Sebenarnya kapoknya di mana?”

Ada Sanksi, Tapi Publik Ingin Efek Jera yang Terasa

Dalam rilis temuan kosmetik berbahaya ini, BPOM menyebut langkah lanjutan dan potensi proses pidana bila ada unsur pidana.

Namun problem persepsi publik tetap ada: banyak kasus terasa selesai di “tarik produk”, sementara figur brandnya tetap bisa jualan lagi, rebranding lagi, dan bisnis jalan terus.

Di sisi lain, BPOM juga terbukti melakukan penindakan ke pabrik kosmetik ilegal di berbagai kasus lain, termasuk penggerebekan dan pengamanan sarana produksi.

Tapi untuk konsumen yang sudah terlanjur kecewa, berita “penindakan” ini terasa kalah cepat dibanding laju iklan dan live selling.

Kalau Alasan Pabrik Bandel Dipakai Lagi, Berarti Ada Lubang di Sistem

Aku mau jujur ya. Ini yang bikin aku pribadi paling gelisah.

Kalau sebuah brand bilang “pabriknya yang nakal”, berarti ada dua kemungkinan yang sama sama tidak enak:

  1. Brand benar benar tidak punya kontrol kualitas yang ketat
  2. Brand tahu ada risiko tapi tetap jalan karena demand tinggi

Dan dua duanya mengarah ke hal yang sama: konsumen jadi kelinci percobaan.

Dalam perspektif hukum perlindungan konsumen, praktik overclaim dan promosi menyesatkan bisa punya konsekuensi. Bahkan ada kajian yang membahas tanggung jawab owner skincare terkait overclaim dengan contoh merek Daviena.


Buat Kamu yang Lagi Panik: Harus Ngapain Kalau Punya Produknya?

Aku tidak suka bikin orang panik, tapi aku lebih tidak suka meremehkan risiko.

Kalau kamu punya produk yang namanya disebut dalam daftar temuan BPOM, langkahnya begini.

1. Stop pakai dulu, terutama kalau kamu lagi breakout aneh

Kalau ada reaksi seperti:

  • jerawat mendadak meledak padahal biasanya enggak
  • kulit terasa makin tipis, gampang perih
  • kemerahan yang tidak wajar

Berhenti itu bukan lebay, itu bentuk sayang sama kulit sendiri.

2. Simpan bukti pembelian dan foto produk

Ini penting kalau kamu perlu:

  • konsultasi ke dokter kulit
  • melapor
  • meminta pertanggungjawaban penjual

Jangan andalkan ingatan, simpan yang bisa disimpan.

3. Cek dokumen penjelasan publik BPOM

BPOM punya kanal penjelasan publik untuk produk temuan pengawasan. Kamu bisa cari berdasarkan nama produk atau kategori kosmetik.

Aku tahu proses cek begini kadang bikin malas, tapi ini kebiasaan kecil yang bisa menyelamatkan kamu dari drama panjang.

4. Kalau kamu merasa ada efek serius, jangan self diagnose

Kalau kamu merasa kulit makin rusak, lebih aman konsultasi ke tenaga medis. Karena steroid atau bahan berbahaya itu bisa punya efek yang tidak kelihatan hanya dari permukaan.

“Aku selalu bilang ke followers: skincare itu boleh trial, tapi jangan trial sampai mempertaruhkan barrier kulitmu. Skincare bagus itu terasa aman dulu, baru cantik.”


Pelajaran Besar Buat Industri Skincare Lokal yang Lagi Naik Daun

Aku cinta skincare lokal, aku juga sering review brand lokal yang bagus dan serius. Tapi justru karena cinta, aku makin rewel soal yang beginian.

Kasus Daviena ini memperlihatkan 3 hal yang tidak bisa terus dibiarkan.

Transparansi kontrak produksi harus jadi standar, bukan bonus

Kalau brand memakai pihak ketiga, konsumen berhak tahu:

  • siapa produsennya
  • bagaimana kontrol kualitasnya
  • apa prosedur auditnya

Karena ketika kejadian, jangan cuma konsumen yang disuruh “paham”.

Klaim harus bisa diuji, bukan cuma enak didengar

Overclaim itu penyakit lama di beauty industry. Dari yang “glowing 1 malam”, “flek hilang 3 hari”, sampai “retinol tertinggi di dunia”.

Dan ketika overclaim dibiarkan, pelan pelan normalisasi terjadi. Sampai akhirnya orang menganggap klaim gila itu hal biasa.

BPOM perlu bikin hukuman yang terasa sampai ke akar bisnis

Aku bukan pembuat kebijakan, tapi sebagai orang yang tiap hari hidup di dunia beauty, aku tahu satu hal:
kalau konsekuensi bisnisnya kecil, pelanggaran akan terus dicoba.

BPOM pernah menyinggung bahwa masih ada produk yang berulang kali ditemukan meski sebelumnya sudah pernah kena public warning.

Nah, ini yang perlu ditutup rapat.


Cara Aman Menilai Skincare Saat Banyaknya Overclaim

Aku tutup tulisan ini tanpa menyimpulkan panjang lebar, tapi aku mau ninggalin kamu dengan “pegangan” yang bisa dipakai kapan pun ada kasus viral skincare.

Jangan langsung percaya 3 hal ini

  • Pertama, klaim hasil instan yang terlalu cepat.
  • Kedua, narasi “ini cuma salah pabrik”, tanpa ada bukti langkah perbaikan yang jelas.
  • Ketiga, pembelaan yang fokusnya ke citra brand, bukan keamanan konsumen.

Kalau brand serius, biasanya terlihat dari responsnya

Brand yang matang biasanya:

  • tidak defensif
  • mengutamakan info keamanan dan langkah recall
  • membuka jalur pengaduan
  • transparan soal batch dan distribusi

Kalau yang muncul malah drama, sindiran, atau playing victim, kamu berhak mundur.

Dan kamu tidak harus jadi ahli untuk jaga diri

Cukup jadi konsumen yang teliti.
Karena kulit kamu itu bukan ladang eksperimen siapa pun.

Leave a Comment

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00
nagabet76slot gacorslot online1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi DataMahjongways Mengembangkan Interaksi Visual Melalui Integrasi Simbol Digital Yang DinamisAnalisis Mahjongways Memetakan Dinamika Visual Dan Respons Antarmuka Berbasis DataScatter Hitam Dianalisis Melalui Pemetaan Struktur Simbol Digital Berbasis Komputasi AdaptifAlgoritma Scatter Hitam Membantu Mengidentifikasi Dinamika Pola Melalui Analisis Data ObservasiPg Soft Mengembangkan Sistem Rendering Adaptif Untuk Mendukung Visualisasi Digital ModernTeknologi Pg Soft Mengoptimalkan Pemrosesan Grafis Melalui Arsitektur Rendering TerintegrasiTeknologi Pemodelan Data Membantu Menganalisis Dinamika Informasi Pada Ekosistem Digital ModernArsitektur Komputasi Terdistribusi Meningkatkan Keandalan Pengelolaan Data Pada Platform DigitalTeknologi Kecerdasan Komputasional Mendorong Pengembangan Sistem Digital Yang Lebih AdaptifPemrosesan Data Modern Membantu Memetakan Pola Informasi Melalui Pendekatan Komputasi TerukurTeknologi Integrasi Data Mempermudah Sinkronisasi Informasi Dalam Lingkungan Digital TerpaduVisualisasi Komputasi Modern Membantu Menginterpretasikan Perubahan Pola Pada Sistem Digital KompleksTeknologi Otomasi Data Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Informasi Pada Infrastruktur DigitalModel Komputasi Adaptif Mendukung Pengembangan Teknologi Digital Melalui Analisis Data BerkelanjutanPengembangan Pg Soft Mengintegrasikan Teknologi Rendering Dengan Interaksi Visual Yang ResponsifPg Soft Menerapkan Komputasi Visual Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Elemen DigitalEksplorasi Scatter Hitam Memetakan Distribusi Simbol Melalui Model Analitik Digital TerintegrasiPola Scatter Hitam Dikaji Menggunakan Pendekatan Visualisasi Data Dan Pemodelan StatistikMahjongways Menghadirkan Pendekatan Visual Interaktif Melalui Pemrosesan Simbol Yang AdaptifEksplorasi Mahjongways Mengungkap Perubahan Pola Visual Dalam Lingkungan Digital Terintegrasiqris dan pg soft dalam pembahasan ekosistem transaksi digitalmemahami kaitan pembayaran qris dengan platform game pg softpg soft dan perkembangan teknologi pembayaran berbasis qrissistem nontunai qris dalam konteks layanan game digitalqris pada platform game dan pentingnya verifikasi transaksimenelusuri hubungan qris dan layanan digital pg softpg soft qris dan perubahan kebiasaan pembayaran melalui mobilekeamanan transaksi qris dalam pembahasan platform game onlineteknologi pembayaran qris dan ekosistem game pg softmengenal batas layanan qris dan platform permainan digitalmahjong ways dan detail simbol yang membentuk identitas permainanmengulik animasi mahjong ways dari sudut desain digitalmahjong ways dalam perbincangan tren game di komunitas internetperpaduan motif klasik dan visual modern pada mahjong waysmahjong ways mengenal fitur tumble dan perubahan simbolwarna dan komposisi grafis yang menandai tampilan mahjong waysmahjong ways dan perjalanan game bertema tile ke platform mobilemembedah mitos pola permainan mahjong ways dengan fakta probabilitasmahjong ways menjadi bahan cerita di tengah budaya game digitaldi balik tampilan mahjong ways ada peran audio dan animasigame online menghadirkan misi unik dan dunia penuh kejutanmenjelajahi arena dan karakter dalam game online populergame online dan strategi pemain menghadapi tantangan baruketika game online menjadi ruang berkumpul komunitas digitalrahasia desain level yang membuat game online menarik dijelajahigame online dalam perubahan gaya bermain generasi mudadari misi sampingan hingga bos akhir dunia game onlinekarakter dan alur cerita yang membentuk identitas game onlinegame online menggabungkan eksplorasi dan interaksi antarpemainmenelusuri evolusi mode permainan dalam game onlinegame digital membuka ruang eksperimen bagi desainer visualdi balik layar proses pembuatan dunia game digitalteknologi audio 3d mengubah suasana dalam game digitalgame digital dan perkembangan karakter berbasis kecerdasan buatantekstur pixel dan perjalanan estetika game digitalbagaimana fisika virtual membentuk gerakan dalam game digitalgame digital menjelajahi batas antara seni dan teknologiproses rendering menghidupkan lingkungan game digitaldunia terbuka menjadi tantangan baru produksi game digitalinovasi kontrol interaktif dalam perjalanan game digital modern