Ada momen tertentu ketika koleksi baru terasa seperti jawaban untuk isi lemari yang itu itu saja. Minggu ini, aku merasakan sensasi itu saat melihat deretan rilisan terbaru UNIQLO yang arahnya jelas, rapi, tapi tetap fun. Spektrumnya lebar, dari preppy yang ringan ala kampus Inggris sampai minimalis modern yang chic, dengan benang merah yang sama: mudah dipakai, enak dipandang, dan gampang dipadukan untuk hari biasa sampai agenda yang lebih spesial.
“Aku suka ketika baju tidak berusaha ‘teriak’, tapi tetap membuat look kita terlihat niat. Itu tipe gaya yang paling sering aku ulang, karena terasa paling jujur dengan ritme harian.”
Kenapa rilisan kali ini terasa menarik untuk gaya sehari hari
Kalau kamu merasa tren belakangan condong ke tampilan yang lebih rapi, kamu tidak sendirian. Preppy sedang naik lagi, termasuk item seperti quarter zip dan polo yang terasa familiar tapi sekarang tampil lebih modis saat dipasangkan dengan bawahan yang lebih tailored atau denim yang pas potongannya. Di saat yang sama, minimalis modern juga makin dicari karena bersih, tenang, dan “mahal” tanpa harus ramai detail.

Di UNIQLO, dua arah ini muncul berdampingan lewat kolaborasi yang karakternya kuat. Ada UNIQLO x JW ANDERSON yang membawa British prep versi lebih ringan dan playful, lalu UNIQLO x Comptoir des Cotonniers yang menonjolkan minimalisme modern bertemu elegansi Prancis, lengkap dengan nuansa French Riviera yang manis.
UNIQLO x JW ANDERSON Spring Summer 2026, preppy yang terasa ringan dan playful
Kalau kamu penggemar gaya preppy tapi malas terlihat terlalu “serius”, kolaborasi ini bisa jadi titik tengah yang manis. Jonathan Anderson mengolah preppy khas British prep, namun dibuat lebih segar untuk musim hangat, jadi bukan yang berat dan kaku. Inspirasi British water sports membuat keseluruhan koleksi terasa sporty, energik, dan gampang dilayer.

“Aku pribadi selalu punya soft spot untuk preppy. Ada kesan rapi tanpa harus terlihat dewasa berlebihan. Begitu ketemu potongan yang tepat, aku bisa pakai berulang kali tanpa bosan.”
Inspirasi British water sports, permainan warna, dan rasa preppy yang tidak mengintimidasi
Yang menarik dari rilisan ini, preppy tidak ditempatkan sebagai seragam. Ia seperti lemari kapsul yang bisa kamu acak sendiri. Ada siluet ringan, sentuhan warna cerah yang tetap terukur, dan detail subtil yang membuat look terlihat modern tanpa ramai. Bahkan di materi pemberitaannya, item klasik seperti kemeja Oxford dan jaket blouson dipadukan dengan parka pendek dan celana pendek untuk membentuk karakter koleksi yang lebih “hidup”.
Aku juga suka karena vibe-nya bukan hanya untuk satu tipe gaya. Kamu bisa bawa ke gaya yang lebih tomboy, gaya clean girl yang rapi, atau versi weekend yang santai tapi tetap tertata.
Item kunci yang terasa paling gampang dipakai ulang
Kalau aku harus memilih beberapa item yang paling “dipakai berkali kali” dari koleksi ini, fokusku jatuh pada bentuk yang sudah klasik tapi dipoles potongannya. Kemeja Oxford Boxy yang kini hadir versi lengan pendek adalah contoh paling jelas: tetap rapi, tapi siluetnya santai dan enak untuk cuaca hangat.

Lalu ada blouson ritsleting dengan desain genderless yang terinspirasi vintage workwear, memberi opsi outer yang gampang masuk ke banyak look. Dan untuk yang suka gaya casual yang tetap on point, cargo shorts berbahan cotton linen menawarkan karakter utilitarian dengan kantong yang banyak tanpa mengorbankan tampilan yang clean.
Dari sisi styling, koleksi ini juga terasa lengkap karena kamu bisa menyusun preppy versi kamu sendiri, mulai dari quarter zip, polo, ragam atasan bermotif, denim, cargo, sampai aksesori seperti kaus kaki varsity, backpack, dan baseball cap.
Cara aku menata preppy look supaya tetap terasa modern
Preppy yang terlihat modern biasanya kuncinya ada di proporsi dan tekstur. Aku suka trik “atasannya preppy, bawahannya tenang”. Misalnya kemeja Oxford Boxy lengan pendek dipasangkan dengan baggy jeans bernuansa natural, lalu sepatu loafers atau sneakers putih yang bersih. Untuk layering, blouson atau parka pendek bisa jadi penyelamat saat AC kantor sedang niat.
Kalau kamu ingin terlihat lebih manis, ganti denim dengan rok A line yang jatuhnya tegas, lalu pilih polo knit atau quarter zip sebagai statement. Quarter zip juga enak karena bisa terlihat sporty, preppy, sekaligus polished tergantung cara kamu memadukannya.
“Aku sering pakai formula ini saat harus syuting cepat. Tinggal ganti sepatu dan aksesori, look yang sama bisa dibawa ke meeting, lalu lanjut dinner tanpa terasa ‘beda kostum’.”
UNIQLO x Comptoir des Cotonniers Spring Summer 2026, minimalis modern bertemu chic Prancis
Setelah energi preppy, koleksi ini seperti napas yang lebih lembut. Comptoir des Cotonniers identik dengan gaya Prancis yang effortless, dan di rilisan Spring Summer 2026 ini, UNIQLO membawanya ke arah minimalis modern yang bersih, tapi tetap punya sentuhan feminin yang halus.

Yang membuat aku langsung tertarik adalah ceritanya tentang French Riviera. Palet warna terinspirasi dari energi, tekstur, dan hangatnya pesisir, dengan iris blue dan berry red sebagai aksen yang segar namun tetap refined.
Warna iris blue, berry red, dan linen sebagai benang merah koleksi
Koleksi ini menghadirkan 11 item esensial. Linen menjadi jalur utama yang terasa konsisten, hadir dalam bawahan yang sejuk dengan sentuhan katun, lalu dress dan jumpsuit yang bisa membentuk tampilan rapi dalam satu kali pakai. T shirt berwarna juga menonjolkan karakter linen yang jatuh lembut.
Ada juga knit musim panas dengan detail kerah skipper, permainan tekstur, serta aksen garis di bagian dada. Dan sebagai pemanis, blus bordir yang ringan memberi sentuhan feminin yang tidak berlebihan.
Kalau kamu tipe yang tidak suka banyak mikir saat berpakaian, ini koleksi yang bisa jadi andalan karena elemen desainnya seperti sudah “disetel” untuk saling cocok.
One piece yang terlihat polished, favorit untuk hari sibuk
Aku selalu bilang, dress dan jumpsuit itu senjata rahasia ketika kamu ingin terlihat rapi tapi waktu mepet. Dalam rilisan ini, dress dan jumpsuit jadi item yang membuat tampilan selesai dalam satu langkah, apalagi ketika bahannya linen yang breathable untuk iklim tropis.
Untuk aku pribadi, cara paling aman membuat dress linen terlihat lebih “city” adalah menambah struktur lewat tas yang tegas dan sepatu yang clean. Kalau mau lebih manis, tinggal tambahkan cardigan tipis atau knit dengan garis halus. Sentuhan kecil seperti ini yang membuat minimalis terasa modern, bukan datar.
“Aku suka dress yang bahan dan jatuhnya bagus, karena langsung bikin kulit terlihat lebih ‘bernapas’. Kadang kita merasa lebih segar bukan karena makeup baru, tapi karena baju tidak bikin gerah.”
Styling minimalis Prancis untuk kantor, brunch, sampai agenda Lebaran
Koleksi ini cocok untuk tampilan rapi sampai outfit Lebaran. Buatku ini masuk akal, karena potongannya bersih, warnanya manis tapi tidak mencolok, dan detailnya halus.

Untuk kantor, aku suka ide memasangkan bawahan linen bernuansa iris blue dengan atasan putih bersih, lalu tambah knit kerah skipper sebagai layer tipis. Untuk brunch, coba t shirt linen warna berry red dengan celana high waist netral, hasilnya chic tanpa usaha. Untuk Lebaran, blus bordir yang airy bisa jadi pilihan aman karena terlihat manis di foto keluarga, tapi tetap terasa ringan dipakai seharian.
UNIQLO : C Spring Summer 2026, gaya urban yang rapi tanpa repot
Sebelum masuk ke cara mix and match lintas koleksi, aku mau singgung satu lini yang relevan untuk kamu yang suka minimalis modern versi city. UNIQLO : C untuk Spring Summer 2026 membawa konsep refined untuk dipakai setiap hari, dengan fokus pada tailoring yang lebih rapi dipadukan dengan material yang breathable untuk pergerakan harian.
Kalimat yang menempel di kepalaku adalah “wardrobe that moves with you”. Karena buatku, baju yang bagus bukan hanya cantik, tapi juga membuat badan terasa bebas.
Refined untuk dipakai setiap hari, ketika tailoring terasa lebih lembut
UNIQLO : C Spring Summer 2026 menonjolkan ide memadukan tailoring yang rapi dengan kain yang lebih rileks dan breathable. Ini terdengar sederhana, tapi justru di situlah daya tariknya: kamu dapat look yang tegas, tanpa rasa kaku.
Kalau kamu sering mobile, naik turun transportasi, atau harus tampil rapi tapi tetap nyaman, arah desain seperti ini biasanya paling kepakai.
Tiga formula outfit urban yang gampang ditiru
Aku suka membangun gaya urban dengan formula yang konsisten. Pertama, atasan berstruktur rapi plus bawahan yang jatuhnya bagus, lalu sepatu clean. Kedua, layering tipis dengan warna senada supaya terlihat mahal. Ketiga, memilih satu aksen yang membuat look hidup, bisa dari warna atau detail kerah.

Formula ini nyambung dengan cara UNIQLO menyusun koleksi musim semi dan panasnya: permainan warna dan pola yang terasa segar, tapi tetap ditarik ke desain yang simple dan refined.
“Aku sering bilang ke teman, kalau kamu bingung mulai dari mana, rapikan siluet dulu. Begitu siluetnya enak, makeup minimal pun jadi terlihat lebih ‘niat’.”
Mood board LifeWear, warna, tekstur, dan cara layering yang kelihatan mahal
Kadang yang kita butuhkan bukan item baru sebanyak banyaknya, tapi cara baru untuk melihat item yang ada. UNIQLO menekankan kombinasi warna modern, tekstur natural, dan desain refined yang nyaman dipakai. Ini klop dengan kebutuhan wardrobe di musim hangat: ringan, mudah dilayer, dan tetap rapi.
Di materi seasonal, kamu bisa melihat highlight yang mengarah ke ide yang sama: membuat tampilan terlihat bersih dan segar lewat warna dan material.
Warna yang bikin wajah terlihat fresh tanpa perlu makeup berlapis
Sebagai beauty person, aku selalu mengaitkan warna baju dengan bagaimana kulit terlihat. Iris blue biasanya memberi efek dingin yang membuat wajah tampak lebih cerah, sementara berry red memberi aksen yang membuat look terlihat hidup, apalagi kalau kamu pakai lip tint yang senada tipis tipis.
Kalau kamu suka tampil minimal, pilih palet netral lalu tambahkan satu aksen seperti berry red di atasan atau aksesori. Ini trik yang sering kupakai untuk membuat outfit terlihat punya niat tanpa harus ramai.
Tekstur linen, bordir, dan knit tipis untuk dimensi yang elegan
Ketika baju minim motif, tekstur jadi penentu. Linen yang jatuh lembut, bordir yang halus, knit tipis dengan detail kerah, semuanya memberi dimensi tanpa ramai.
Di sisi preppy, tekstur dan detail hadir lewat kombinasi item klasik dan utilitarian, seperti blouson, parka pendek, hingga cotton linen cargo shorts yang memberi karakter.

Cara mix and match lintas koleksi supaya lemari terasa baru
Yang seru dari dua rilisan besar ini, kamu bisa silang silang tanpa terlihat salah tema. Preppy memberi energi, minimalis Prancis memberi ketenangan, dan urban minimal memberi struktur. Kuncinya adalah menyamakan palet atau menyamakan level kerapian.
Misalnya, ambil kemeja Oxford Boxy lalu pasangkan dengan bawahan linen, hasilnya rapi, tapi tetap santai. Atau ambil knit kerah skipper lalu padukan dengan denim yang lebih relaxed untuk gaya weekend yang clean.
“Aku suka mencampur koleksi seperti ini karena terasa lebih personal. Kita jadi tidak terlihat seperti memakai satu set, tapi seperti punya gaya sendiri yang kebetulan ketemu item yang tepat.”
Catatan belanja yang perlu kamu tahu, tanggal rilis dan ketersediaan
Biar tidak ketinggalan, ada beberapa detail rilis yang patut dicatat. Koleksi UNIQLO x JW ANDERSON Spring Summer 2026 hadir di beberapa toko tertentu dan juga tersedia online melalui UNIQLO.COM atau UNIQLO App, dengan koleksi terbatas yang dapat ditemui di seluruh toko.
Untuk UNIQLO x Comptoir des Cotonniers Spring Summer 2026, koleksi dijadwalkan hadir pada 13 Maret 2026 dan tersedia di toko tertentu serta online, dengan koleksi terbatas tersedia di seluruh toko mulai tanggal tersebut.

Kalau kamu belanja online, biasanya aku menyarankan untuk fokus pada dua hal: ukuran bahu dan panjang atasan, terutama untuk item boxy atau outer. Untuk linen, perhatikan juga apakah kamu suka tampilan yang lebih relaxed atau lebih rapi, karena feel nya bisa beda ketika dipakai seharian.
“Aku hampir selalu pilih satu ukuran yang membuat bahu jatuhnya pas, lalu sisanya aku rapikan lewat styling. Buatku, bahu yang pas itu efeknya langsung bikin kita terlihat lebih polished.”
